Trader trader
1
All posts from Trader trader
Trader trader in Trader,

Apakah Penguatan Rupiah Mengancam Neraca Perdagangan?

Nilai tukar rupiah cenderung menguat dalam dua pekan terakhir. Di tengah penguatan ini, muncul pendapat bahwa hal itu dapat berimbas pada nilai surplus neraca perdagangan kita. 

"Yang berbahaya adalah jika penguatan ekspor komoditas tidak berlanjut sementara di sisi lain ekspor barang jadi semakin tidak kompetitif dan impor kembali naik tajam," kata ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, Rabu (18/2/2014) di Jakarta. 

Surplus neraca perdagangan di triwulan keempat, kata Rangga, terutama dipicu oleh kenaikan ekspor CPO, nikel, gas alam cair, bauksit dan batu bara sementara impor turun relatif lebih sedikit.

Sentimen positif yang muncul juga memicu aliran investasi sehingga rupiah menguat hingga 3 persen dari awal tahun ini.  

Sentimen atas rupiah kemarin muncul dari Bank Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, seperti dikutip Reuters, mengatakan surplus neraca perdagangan Januari ini akan menipis akibat aturan pelarangan ekspor minerba. Namun di pasar, indeks Dollar Index masih di tren pelemahannya dan aksi Bank of Japan mendorong pelemahan yen. Penguatan mata uang Asia terhadap dollar AS terhenti sampai kemarin sore. 

Walaupun dollar index masih berada dalam tren pelemahan, keputusan Bank of Japan kemarin pagi mempertahankan kebijakan pembelian aset yang mendorong pelemahan yen sebesar 0,54 persen diperkirakan menularkan sentimen pelemahan ke Asia. 

Melemahnya yen akan membuat barang Jepang lebih kompetitif sehingga mengancam nilai ekspor negara lain di Asia. Rupiah juga balik melemah baik kurs NDF satu bulan maupun kurs JISDOR. 

Sampai dini hari tadi dollar index kembali melemah tajam ke kisaran 80 sehingga tren penguatan rupiah bisa kembali walaupun tidak setajam sebelumnya. 

Riset Trust Securities melihat spekulasi meningkatnya inflasi akibat bencana alam turut berimbas negatif pada laju rupiah. Laju rupiah berhasil melewati resisten di level Rp 12.800 per dollar AS. 

Sumber